Mudik: Pasar Baledono Purworejo Paska Kebakaran

Akhir Ramadhan lalu aku baca berita yang mengagetkan di lini masa twitter: Pasar Baledono terbakar. Pasar yang terletak di kabupaten Purworejo ini adalah pasar yang wajib disambangi keluarga ibuku kala lebaran. Belanja segala rupa bahan masakan untuk hari raya? di sinilah yang paling lengkap.

Saat pulang lalu aku lihat sendiri pasar ini tinggal gedung. kosong. Kecuali remah isinya yang menjadi serpihan-serpihan korban api.

DSC00840

DSC00841

DSC00846

DSC00848

DSC00850

Namun, kegiatan jual beli terus berlangsung. Walau masih ada yang terpuruk, namun banyak yang mulai bangkit. Pemerintah mengakomodasi sarana dan prasarana dengan menyulap jalanan depan pasar menjadi pasar darurat.

DSC00851

DSC00854

DSC00856

DSC00857

DSC00860

macet? pasti. apalagi banyak kendaraan dari luar kota lagi di kota kabupaten ini. namun ada pak polisi yang setia melayani dengan dibantu mas-mas pramuka ini.

DSC00862

DSC00863

cah pramuka lho ini. sing liyane badan, iki ngerewangi wong liyan badan. yang lain lebaran, ini malah bantuin orang lain lebaran. Semoga janji Gusti buat memudahkan orang yang memudahkan terkabul buat panjenengan nggih mas.

matur suwun, terima kasih. aku dan ibu jadi bisa halan-halan lagi naik bentor. Becak Motor. Kok bentor? darimana ‘n’ nya? mbuh. auk dah :-p

DSC00864

Ci.. luk.. ba!

Mudik: Main Pasir

Bermain pasir itu asik. Siapa nggak setuju? pasir yang dipake oleh para tukang untuk campuran semen itu dalam sekejap bisa jadi gunung, terowongan, sungai, rumah dan segala macam yang bisa kita imajinasikan. Tantangan utama bermain pasar adalah orang tua. Kebersihan jadi alasan mereka untuk melarang anaknya main pasir. Bener sih kotor, tapi asik lho. hhe..

Tokoh kali ini adalah Rakha. salah satu ponakanku. Jarang bertemu gundukkan pasir di Semarang, akhirnya dia puas-puaskan main pasir ketika mampir ke rumah adik neneknya di kutoarjo.

awas ketauan bunda lho mas rakha!

DSC00678

DSC00677

DSC00676

DSC00675