Joel’s Bungalow, Penginapan Pinggir Tebing di Bibir Pantai Lampuuk

Sepagi tadi lihat foto-foto di Cimaja kemarin, saya jadi ingat penginapan yang nggak kalah serunya di aceh tahun 2014 lalu. Joel’s Bungalow. Penginapan yang saya dan rombongan tinggali dua malam ini berada di daerah Lampuuk, 17 KM dari Banda Aceh.

Lampuuk dan Masjid Yang Tertinggal.

masjid-rahmatullah-7cl

masjid rahmatullah pada 2004 an sekarang.

Kamu pernah lihat masjid di atas? Iya. Masjid itu Masjid Rahmatullah, juga berada di lampuuk. Letaknya yang hanya 500 meter samudera hindia mengakibatkan daerah ini termasuk satu yang parah.

Rombongan dan saya sampai di sini sekitar jam 11 melewati masjid tersebut. satu-dua warga tampak berkumpul di warung kopi di satu sudut jalan saat kami datang. tapi yang bikin kaget, “penunggu” di sana juga tampaknya sudah siap menyambut kami.

IMG_0228

membiarkan sapi berjalan bebas adalah satu budaya ternak di Aceh.

Lokasi

Tempat ini udah dikenal luas. Letaknya di lereng bukit Babah Dua Lampuuk dengan topografi yang beragam. Beberapa bungalow nampak tersembunyi. macam di gua, Berasa jadi batman. *halah

Lokasinya sedikit jauh dari jalan besar dan tidak ada kendaraan umum ke sana. Saya dan rombongan pakai mobil carteran yang dipiloti warga aceh. Dia tahu betul jalan masuk ke sana. jadi kami nggak khawatir bagaimana harus ke sana dari bandara.

Penginapan tepi pantai ini sudah dikelola oleh Joel dan isterinya bertahun-tahun. Mereka bekerjasama dengan pemerintah dan warga setempat untuk mendirikan dan mengelola penginapan ini. Joel ini awalnya wisatawan. Dia kemudian jatuh cinta dengan aceh dan kemudian tinggal di sini.

DSC05759

IMG_0275DSC05748

Posisi yang tinggi bikin kami bisa lihat bibir pantai terjauh. Uniknya, kamar mandi ditaruh di belakang. Mepet dengan tembok, kamu bakal bener ngerasain mandi di alam terbuka.

Moga nggak ada yang intip ya. Haha

  
Pepohonan yang rimbun dan jauhnya penginapan dari jalan raya menjadikan udara di sini begitu segar. Kawan saya, Arya, bahkan sampai menyempatkan berlari pagi menyusuri sekitar. Satu alasan dia tidak berani jauh adalah takut kesasar.

Makanan

Berhubung kami sedang di aceh, tentunya kami ingin merasakan masakan khas aceh. Penginapan ini menyediakan mie aceh dan mie instan, selain dari cemilan seperti pancake dan roti bakar.

IMG_0277

Mie instan ini jadi favorite saya dan teman-teman. Penyajiannya mirip sekali dengan mie aceh. Kami sempat tanya apakah penginapan salah bikin. Tapi ternyata tidak. Mie instan dengan bumbu yang kaya.

Tarif kamar ini bervariasi antara 250ribu s/d 600ribu. lokasi dan fasilitas yang menentukan harga yang harus dibayar. Cottage yang di atas danau ini yang paling mahal.

IMG_0324

keramahan pelayan, pantai yang indah, pepohonan yang rimbun, serta luar biasanya kuah mie instan di sini bikin penginapan ini lekat kali di ingatan kami. Semoga kami bisa mampir lagi lain waktu.

cerita-cerita lain waktu di sabang dan banda aceh menyusul yaaaa…

PS: ini sunsetnya di lampuuk. agar berawan sih, jadi matahari nya nagga kelihat jelas waktu tenggelam. jadi saya motret kawan-kawan saya saja.

DSC05848

Mendadak Liburan #TripAsikBigBird

Apa yang biasa terjadi saat piknik dadakan direncanakan? Bingung akomodasi. Di kasus saya dan teman-teman adalah bingung cari penginapan dan kendaraan menuju lokasi. Syukur ada internet. Informasi penginapan jadi bisa didapat dari berbagai laman website dan aplikasi dengan gampangnya. Sedang kendaraan, kami bisa dapatkan lewat reservasi online Big Bird, busnya blue bird grup.

Jadi, meluncur kemana kita kali ini? Sukabumi!

DSC01626

Kendaraan

Sukabumi, terletak di bagian selatan jawa barat. Dekat sana ada banyak pantai. Pelabuhan Ratu, CImaja, dan sebagainya. Google maps bilang kami butuh 3 jam 44 menit buat kesana. Kami nggak percaya. Jalanan pasti padat saat weekend. Lagipula, kami akan melewati banyak pasar.

Kami pikir, kami perlu kendaraan kapasitas besar mengingat jumlah kami yang ber-sepuluh. Bus pilihannya. Kami butuh bus kapasitas sedang yang nyaman digunakan untuk perjalanan ini. Kami nggak mau rencana berbasah di-pantai nanti batal karena encok dan pegal-pegal akibat perjalanan yang nggak nyaman.

Sebut saja Choro, bukan nama sebenaranya, yang menyarankan kami untuk pesen blue bird aja. “lha butuh berapa taksi chor!”. Batinku sambil pengen nampol. Tapi link yang dia kasih ternyata bilang blue bird punya bus. Big bird namanya. Reservasinya bisa via web dan bayar pake kartu kredit pula. Resevasi online ini solusi banget buat kami di Jakarta yang terkendala macet buat ngecek agen bus satu-satu.

bigbird1

Kami akhirnya berangkat. Disupiri Pak Budiyanto, kami berangkat subuh dari Setiabudi Aini.

Penginapan!

Sebelum berangkat Kami cuman punya satu tempat tujuan saat rencana piknik dadakan ini muncul: Karangaji. Itulah nama penginapan kami. Karangaji beach villa. Mau ke pantai mana? Mau makan di mana? Dipikir nanti. Yang penting sampai tujuan. Sisanya? Tanya orang local.

Rombongan sampai Karangaji tengah hari. Udara sedang panas-panasnya, perut sedang lapar-laparnya. kami buru-buru naik ke kamar, cuci muka, lalu selfie. Iya selfie. Bagaimana kami bisa tidak selfie lihat penginapan seperti di bawah ini?

nah!DSC01960

DSC01937 DSC01947

Kamar tadi pas banget kan buat pengen honeymoon. Pemandangan yang kamu dapat akan lagsung ke pantai. Dan dengan ketinggian seperti ini, kamu bakal berasa di tower. Semacam putri dan pangeran di istana sendiri ye kan?

Oke lebay. Tapi kamu musti coba.

Saya dan Goiq tidak di kamar itu. Bukan karena kami tidak sedang berbulanmadu, tapi kamar tadi sudah dijajah para wanita karena pria dijajah wanita mereka sampai sana duluan. Untungnya lokasi-lokasi lain nggak kalah asik buat nyantai. Minggu pagi kamipun maksimal banget buat mager.

photo_2015-10-25_14-07-12

Makan!

Kelaparan tadi membawa kami ke tempat makan bernama Cimaja Square. Dengan nama tempat berakhiran ‘square’ saya pikir ada Jeko atau starbak di sini. Ternyata tidak. Kami malah menemukan Bucek Depp dan Fathir Muchtar. Ya iyalah. Wong ini Warung mereka. Ada yang kenal?

photo_2015-10-25_13-32-37

Dari berbagai makanan yang ada di sini, father, yang dalam poto di atas sebelahan sama mbak pacar, bilang bahwa pizza adalah khas mereka. Pizza ini dimasak dalam tungku api dengan kayu bakar. Konon katanya pizza cara masak ini bikin rasanya lebih smokey dan crispy.

Tapi sayang kami belum sempat merasakan. Pizza ini hanya ada di weekend sore. Sedang di sore hari, sudah ada sunset yang menunggu kami.

Kami musti cabut.

Pantai!

Ada dua pantai yang kami kunjungi: one sunset beach dan karangaji.

Pantai pertama adalah yang kami kunjungi hari ini. Berdasar rekomendasi fathir, pantai ini asik buat main air dan punya parkiran luas. Pas buat kami yang bawa bus. Biaya parkir di sini 50 ribu rupiah. Nggak ada penjaga parkir di gerbang masuk. Jadi jangan kaget ya kalau tiba-tiba ada bapak-bapak yang nyampein kuitansi tanda bayar parkir.

photo_2015-10-25_14-09-48nyari receh mbak?

DSC01740 DSC01623

Pantai ini biasa dipake untuk belajar surfing juga. Kabarnya banyak peminat surfing di sini baik dari luar maupun dalam negeri. Tapi sekarang sedang off-season. Jadi yang main atau belajar tidak sebanyak biasanya.

lumayan bersih. Sampah-sampah masyarakat nggak kelihat ada yang berserakan. Kami jadi bisa tidur-tiduran. Walau sayang banyak pasirnya. *yaiyalah

Pantai kedua yang kami sambangi ada di karangaji. Walau pantai itu tepat di depan penginapan, tapi gerbang masuknya jauh. Maka kami coba masuki pantai lewat satu resort depan penginapan. Syukurlah penjaga resort mau berbaik hati untuk mengijinkan kami masuk.

DSC01981 DSC02014 DSC01970

Minggu siang kami musti checkout karena jauhnya perjalanan. Adanya pertandingan final piala presiden antara persib dan sriwijaya kami khawatir bikin jalan macet.

Tapi macet pun tak apa. Pak sandy, cowoknya eva si pejalan sore, udah nyiapin banyak film buat kami tonton di bus.

Sampai jumpa di halan-halan berikutnya!

Pemandangan dari honeymoon suite

Pemandangan dari honeymoon suite: karangaji

DSC01711

Sore di Sunset Beach