Mudik: Main Pasir

Bermain pasir itu asik. Siapa nggak setuju? pasir yang dipake oleh para tukang untuk campuran semen itu dalam sekejap bisa jadi gunung, terowongan, sungai, rumah dan segala macam yang bisa kita imajinasikan. Tantangan utama bermain pasar adalah orang tua. Kebersihan jadi alasan mereka untuk melarang anaknya main pasir. Bener sih kotor, tapi asik lho. hhe..

Tokoh kali ini adalah Rakha. salah satu ponakanku. Jarang bertemu gundukkan pasir di Semarang, akhirnya dia puas-puaskan main pasir ketika mampir ke rumah adik neneknya di kutoarjo.

awas ketauan bunda lho mas rakha!

DSC00678

DSC00677

DSC00676

DSC00675

Mudik: Keponakan dan Mainan

Lebaran bisa jadi ajang evaluasi. Evaluasi apa saja. Di lebaran lalu aku evaluasi ponakanku. salah satunya ini, Farel. Terkenal badung dari masih kecil. Sekarang?

DSC00552

DSC00555

Keponakanku yg lain, Rakha, diajarkan untuk berbagi. Sedikit demi sedikit diajarkan oleh orang tuanya bahwa berbagi itu akan membuat apa yang mereka miliki lebih berguna. Saat si Rakha masih berlatih berbagi, sepupunya ini punya landasan konsep yang beda: ayo bagi!

akhirnya, mudikku kala lebaran lalu jadi ramai oleh ponakan yang saling berbagi mainan ini.

DSC00564 DSC00565

Mudik: Keponakan

Punya keponakan dua kok aktifnya kebangetan. ini aku kasih lihat satu dulu. Faiz Rakha Jati. Seneng banget bikin usil. kali ini korbannya adalah eyang kakungnya selama perjalanan mudik. kebetulan, eyangnya juga suka usil. klop.

:))DSC00900 DSC00899 DSC00905 DSC00904 DSC00903 DSC00902 DSC00901