Kunci hati ini

Ada pintu berpancar cahaya di hadapan ku. Tidak fana tapi juga tidak nyata. Dia hadir dalam pejaman mata dan saat terjaga.

Tak bisa aku berlalu. Dia hadir di setiap sudut. Tapi pintu itu terkunci.

Sesosok bersayap hening berkata, “kau punya kunci nya ” sambil jarinya sentuh dadaku. “Kemauan”. “melangkahlah di jalan yg Dia tunjukkan.” Aku jalan pada tuntunannya.
“masukkan kemari kuncimu” tunjuk dia pada lubang berhiaskan tulisan “kesempatan”.

seketika terbukalah rantai yg mengunci rapat pintu itu. kupicingkan mata, Samar tak jelas, tapi perlahan muncul susunan huruf yg sewarna dgn rantai ini : “keraguan”.

Iklan